BBOPGI

Jenis kuliner Korea yang satu ini mungkin masih akan sulit Anda temukan di Indonesia.

Namanya ialah bbopgi atau bisa juga disebut dengan dalgona. Makanan berupa gula-gula tradisional ini banyak dijajakan di pinggir jalanan (food street) Korsel.

Bbopki berbentuk bulat dengan warna cokelat muda. Ada dua macam bbopki yang tersedia, Bbopki dengan stik atau tanpa stik.

Cara membuatnya cukup mudah, agak menyerupai kembang gula yang lazim dijual di Indonesia.

Tentu saja, bahan dasarnya adalah gula yang telah dipanaskan hingga menjadi karamel dan ditambah sedikit soda kue. Gula yang dipakai ialah campuran gula putih dan gula cokelat, tapi tergantung warna yang diinginkan.

Untuk satu porsi, dipakai satu setengah sendok makan gula cokelat lalu dicampur dengan satu sendok teh gula putih, atau sebaliknya.

Biasanya, para penjual bbopki melelehkan gula dan soda kue terlebih dahulu. Kemudian, gula yang telah meleleh diletakkan di atas lempengan datar yang sudah panas dan ditekan-tekan dengan cetakan berbentuk bulat.

Setelah gula pipih dan bulat; barulah dibentuk hiasan dengan cetakan berbentuk hati, kelinci dan sebagainya. Gula-gula lantas dipanaskan hingga kering. Jika ingin membelinya, Anda juga bisa menentukan bentuk apa yang ingin dibuat.

Uniknya, di Korsel para penjaja gula-gula ini sering kali menantang pembelinya untuk menghabiskan satu bbopgi dan menjanjikan satu bbopgi gratis sebagai imbalan. Syaratnya, Anda harus memakan bbopgi tanpa merusaknya hingga habis.

Ya, tekstur bbopgi yang tips dan renyah membuat penikmatnya akan sulit untuk menghabiskan bbopgi tanpa membuatnya patah atau remuk.

KKULTARAE

Korea memiliki sederetan jajanan lezat. Salah satunya yang unik adalah kkultarae. Tampilannya mirip gulungan benang putih halus, dengan rasa manis lembut. Cara penjualannyapun unik, karena dibuat langsung di hadapan pembeli sambil dinyanyikan dengan gaya lucu.

Kkultarae yang dibaca ggool-ta-rae ini merupakan sajian manis yang dibuat dari madu yang sudah dipanaskan hingga 3 hari. Karena lamanya pemasakan, madu kemudian mengeras seperti batu. Nah, kkulturae dibuat dari madu tersebut yang ditarik-tarik seperti membuat mie, dengan tambahan tepung jagung agar tak menempel.

Salah satu daya tariknya kkultarae adalah pedagang membuatnya langsung di depan pembeli. Tak cuma sekedar dibuat, namun sang penjual melakukannya sambil bernyanyi dan mengeluaran kalimat-kalimat yang lucu. Kebanyakan pedagang kkulturae melakukannya dengan cara yang sama persis. 

Pertama-tama, mereka akan menunjukkan madu yang sudah dibekukan. Untuk meyakinkan jika madu sudah membatu, madu tersebut diketok-ketok di kaca etalase yang bening. Untuk menarik minat pembeli, mereka meyakinkan jika kkultarae yang dibuat akan berjumlah 16.000 helai.

Langkah selanjutnya adalah melubangi madu yang sudah mengeras tersebut, lalu ditarik perlahan-lahan. Pembuatannya sama persis dengan membuat mie yang ditarik lalu diputar. Penjualpun mengajak pembeli untuk sama-sama menghitung berapa helai kkulturae. Misalnya dari 2 lembar mie, kemudian diputar dan menjadi 4 lembar mie, kemudian 8 lembar mie, 16, 32, 64, 128, dan seterusnya.

Jika sudah mencapai tingkat ketipisan yang diinginkan, lalu dipotong-potong dan diberi isian kacang yang sudah dicacah, dan memberikan tekstur krenyes enak.

Aksi teatrikal dan rasanya yang lembut manis menjadi daya tarik kkultarae. Dari awal pembuatan hingga seluruhnya jadi, pedagang terus memberi penjelasan yang diucapkan sambil bernyanyi.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai